Diskusi Safety meeting Lanud Abd, Danlanud ”semoga kejadian tidak terulang kembali” PDF Print E-mail
Written by pentak   
Wednesday, 25 October 2017 04:27

images/stories/10-10-2017 safety meeting.jpg

Penlanud Abd (10/10) Safety meeting yang di gelar hari ini (10/10) Selasa di Binayudha adalah belajar dari peritiwa di gunung banyak kota Batu malang. Safety Meeting yang diprakarsai oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Julexi Tambayong melalui Kalambangja (Kepala keselamatan terbang dan kerja) Letkol Pnb Suryo Anggoro, mengundang pegiat olah raga Paralayang.

 

Ketua Paralayang Jawa Timur Edi Arif Wahyudi hadir didampingi Kalambangja dalam memberikan paparan belajar dari pertistiwa jatuhnya salah satu penghobi paralayang. Komandan Lanud yang diwakili oleh Komandan Wing Kol Pnb Hermawan Widhianto, SE memberikan penekanan “manusia di kodratkan hidup didarat, namun juga bisa terbang ke angkasa namun tentunya dengan keterbatasan. Manusia dituntut untuk dapat mengurangi resiko yang tentunya dengan menguasai ilmu pengetahuan.”  saya berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi harap komandan lanud dalam sambutannya.

Bapak Arif ketika di tanya wartawan penyebab jatuhnya korban apa ”karena faktor manusia dan media ” saat didesak manusia bagaimana karena yang bersangkutan sudah ada warning sebelumnya dan memaksakan diri dan media maksudnya adanya ”koleb dan payung spiral” karena dihantam angin” jelasnya.

Hadir dalam acara Safety meeting 37 atlet paralayang Jawa Timur, seperti jombang, Jember, Tuban, Modangan (malang selatan), Batu, malang raya. Sedangkan dalam diskusi tersebut membahas permasalah manusia yang diperbolehkan dalam mengikuti paralayang dan persyaratan administrasi, material, alat yang digunakan, manajemen. Yang memuat pengoperasian dan software, misi yang dijalankan, media yang dimaksud adalah alam. Dalam olah raga terbang layang ada sertifikasi PL 1 untuk yunior, PL 2 untuk senior namun peralihan dan PL 3 Senior mandiri, Instruktru/ Master Tandem (1/2/3)

Hasil dari diskusi tersebut sesuai arahan kalambangja ”bukan mencari kesalahan atas peristiwa diatas namun memperbaiki sistem yang mungkin kurang berjalan dan kurang sempurna sehingga bisa kita rembug dan tuangkan menjadi aturan”. Tegas nya Diskusi yang berlangsung 3 jam berkesimpulan bahwa perlunya penegakan aturan yang lebih tertulis dan peraturan yang berjenjang yang dibuat oleh regulator yang ada. Selanjutnya pendataan secara teknis dan pembenahan fasilitas termasuk pemberian bendera peringatan dilapangan. Penegakan aturan juga akan ditunjuk seorang SO (safety Officer).

Ket Gambar :

Malang, September 2017

Kepala Penerangan,

Hamdi Londong Allo, S.S.

 

Mayor Sus NRP 527158

Last Updated on Wednesday, 25 October 2017 04:30
 

Pengumuman

Link

Lanud Abd. Saleh